Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI menyelenggarakan Talkshow Akhlak Bangsa bertema “Generasi Anti Bullying dengan Akhlaqul Karimah” pada Rabu (13/03/2024) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat Jakarta. Acara ini menjadi bagian dari upaya strategis PDPAB dalam memperkuat karakter generasi muda melalui internalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sosial maupun digital.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa perundungan merupakan pelanggaran moral yang menggerus nilai kemanusiaan dan merusak iklim sosial. Ia menyampaikan pentingnya membangun kesadaran etis dalam interaksi sehari-hari, agar generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kepekaan moral dan empati terhadap sesama.
Kegiatan inti diisi oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya. Dr. H. M. Sidik Sisdiyanto, Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, menguraikan peran lembaga pendidikan dalam membentuk lingkungan yang bebas dari praktik perundungan. Menurutnya, penguatan budaya saling menghargai di sekolah dan madrasah merupakan langkah fundamental dalam meredam praktik bullying.
Sementara itu, Hena Rustiana, S.Psi., CFP., Ketua Kesehatan Mental Indonesia, memaparkan dampak psikologis bullying terhadap korban, mulai dari ketidakstabilan emosional hingga potensi gangguan kepercayaan diri jangka panjang. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, institusi pendidikan, dan lingkungan sosial dalam menciptakan ekosistem yang aman dan suportif.
Diskusi turut diperkuat oleh pandangan ilahiah dan fiqh sosial dari dua pemantik, yaitu Dr. KH. Arif Fakhrudin, M.Ag. dan KH. Nurul Badruttamam, MA. Mereka menekankan bahwa dalam ajaran Islam, menjaga kehormatan dan martabat sesama manusia merupakan prinsip fundamental. Mereka menyerukan agar akhlaqul karimah dijadikan standar perilaku, baik dalam interaksi langsung maupun dalam ruang digital.
Sebagai penutup, KH. M. Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D., selaku Ketua MUI, menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua pihak dan menegaskan kembali urgensi pembinaan karakter bangsa di tengah fenomena degradasi moral. Ia mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan yang menebarkan budaya saling menghormati dan menolak segala bentuk tindakan perundungan.
Melalui gelaran ini, PDPAB MUI memperkuat perannya sebagai lembaga yang mendorong lahirnya generasi muda yang berakhlak mulia, beretika dalam komunikasi, serta mampu menjaga keharmonisan sosial sebagai bagian dari penguatan peradaban bangsa.
Oleh: Slamet Miftahul Abror

