Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali menyelenggarakan Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan ke-9 pada Sabtu (28/12/2024) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta. Pelatihan ini menegaskan kesinambungan misi PDPAB dalam memperkuat integritas moral generasi muda di tengah tantangan sosial dan digital yang semakin kompleks.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menekankan bahwa akhlak bukan sekadar atribut personal, tetapi parameter kualitas manusia yang menentukan arah peradaban. Ia menggarisbawahi bahwa milenial saat ini berada di persimpangan budaya, di mana paparan informasi digital yang serba cepat berpotensi melunturkan kedalaman karakter jika tidak disertai fondasi moral yang kuat. Karena itu, akhlak harus dibumikan sebagai sikap hidup bukan jargon, bukan retorika, dan bukan sekadar simbol. Ia mendorong para peserta untuk menjadi representasi nyata dari nilai moral dalam tindakan dan pilihan hidup sehari-hari.
Pesan yang bersifat prinsipil juga disampaikan oleh Ketua Umum MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.Ag., yang hadir sebagai Keynote Speaker. Ia menegaskan bahwa pembinaan akhlak bangsa bukan agenda sampingan, melainkan proyek peradaban jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa kualitas akhlak generasi muda hari ini akan menentukan kualitas kepemimpinan Indonesia di masa depan, baik dalam aspek budaya, ekonomi, maupun tata kelola masyarakat. Menurutnya, generasi muda harus beranjak dari sekadar menjadi konsumen budaya digital ke tahap produsen nilai menghasilkan narasi kebajikan, menyebarkan teladan, dan mempraktikkan integritas dalam ruang publik maupun privat.
Sesi pelatihan diikuti peserta dari beragam latar belakang komunitas dan organisasi kepemudaan. Keikutsertaan mereka mencerminkan kesadaran kolektif bahwa akhlak kini semakin dipandang sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar pengajaran normatif. Para peserta memaknai akhlak sebagai strategi menghadapi tekanan kompetisi profesional, kehidupan sosial, dan dinamika komunikasi daring yang rawan gesekan.
Pelaksanaan Angkatan ke-IX ini mempertegas konsistensi PDPAB MUI dalam mengawal agenda perbaikan akhlak bangsa secara berkelanjutan. Melalui pelatihan yang berfokus pada pematangan karakter dan pendalaman wawasan moral, PDPAB berupaya memastikan bahwa generasi muda Indonesia tumbuh sebagai pribadi dengan fondasi nilai yang kokoh, sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Oleh: Slamet Miftahul Abror

