Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) Majelis Ulama Indonesia menggelar Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan VIII pada Minggu, 10 November 2024 / 08 Jumadil Ula 1446 H, bertempat di Aula Buya Hamka Lt. 4 Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan pemuda ormas keislaman dan komunitas kepemudaan lintas daerah.
Acara dimulai dengan registrasi peserta dan sholat berjamaah, dilanjutkan pembukaan resmi yang diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Miftahul Abror, S.Hum., menciptakan suasana khidmat dan bersemangat.
Dalam sambutannya, Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., menegaskan bahwa akhlak bukan sekadar atribut identitas keagamaan, melainkan fondasi pembentuk karakter bangsa. Ia menekankan bahwa generasi milenial memegang peran paling strategis dalam menentukan arah budaya moral Indonesia di masa depan apakah semakin kuat dan bermartabat, atau justru tergerus oleh arus pragmatisme sosial dan digital.
Pelatihan ini kemudian memasuki sesi inti dengan materi berbobot terkait pembinaan karakter, penerapan nilai-nilai akhlak dalam ruang digital, kepemimpinan berlandaskan etika, serta peran milenial dalam menjadi teladan di lingkungan sosial masing-masing. Suasana diskusi berjalan hidup dan interaktif para peserta tidak hanya menyerap materi tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan kritis serta berbagi pengalaman lapangan.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan seruan komitmen untuk membawa nilai akhlak ke dalam tindakan nyata, bukan sekadar wacana konseptual. Para peserta menyampaikan apresiasi atas pelatihan ini yang dinilai relevan, aplikatif, dan memberikan arah kejelasan peran bagi generasi muda muslim Indonesia dalam pemulihan moral bangsa.
Jika ingin, saya bisa lanjutkan dengan penambahan bagian: kutipan langsung dari narasumber, profil singkat penyaji materi, atau penekanan kaitan program dengan visi besar MUI ke depan.
Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali menyelenggarakan Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan ke-7 pada Sabtu (28/09/2024) bertempat di Aula Lt. 2 Gedung Dewan Syariah Nasional MUI. Kehadiran generasi muda dari beragam latar belakang menunjukkan antusiasme yang konsisten dalam memperkuat pondasi moral dan etika sosial.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menyampaikan urgensi penanaman akhlak mulia di tengah tantangan modernitas dan arus budaya global. Ia menekankan bahwa pembinaan akhlak bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan pembentukan karakter melalui keteladanan, kesadaran diri, dan konsistensi dalam perilaku. Ia menyerukan agar generasi muda berani tampil sebagai subjek perubahan, bukan hanya objek pengaruh budaya digital.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.Ag., memberikan arahan yang menegaskan bahwa akhlak merupakan infrastruktur utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menilai bahwa persoalan degradasi moral mulai dari krisis kejujuran, lemahnya disiplin, hingga terbiasanya ujaran negatif di ruang virtual memerlukan solusi berbasis nilai agama dan komitmen praksis. Ia mendorong agar pembinaan akhlak dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas sosial-keagamaan.
Training ini menjadi ruang aktualisasi nilai Akhlaqul Karimah dan pembelajaran reflektif tentang bagaimana akhlak diterapkan dalam kehidupan nyata. Para peserta diajak memahami bahwa tantangan akhlak hari ini bukan hanya persoalan personal, tetapi juga berdampak pada reputasi sosial, kualitas interaksi publik, serta arah pembangunan moral bangsa.
Pelaksanaan Angkatan ke-7 ini semakin menegaskan keberlanjutan komitmen PDPAB MUI dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, bermartabat, dan memiliki tanggung jawab moral terhadap kemajuan bangsa. Program ini terus menjadi wadah pembinaan akhlak yang hidup, relevan, dan menyentuh realitas keseharian anak muda Indonesia.
Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI menggelar Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan ke-6 pada Sabtu (30/08/2024) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat Jakarta. Kegiatan ini bertepatan dengan bulan Ramadhan sehingga suasana pembinaan akhlak semakin kontekstual dan reflektif.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan akhlak merupakan proses yang tidak boleh berhenti pada retorika seremonial. Ia menyampaikan bahwa generasi muda membutuhkan pembinaan karakter yang berakar pada nilai-nilai agama sekaligus relevan dengan dinamika sosial hari ini. Ia menekankan pentingnya “membiasakan kebaikan”, bukan sekadar “mengetahui kebaikan”.
Selanjutnya, Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, memberikan perspektif strategis terkait pentingnya pembinaan moral dalam pembangunan peradaban bangsa. Ia menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas intelektual, tetapi juga cerdas spiritual dan sosial. Ia menyerukan agar akhlak menjadi dasar dalam tindakan, pilihan hidup, dan interaksi sosial para milenial.
Dalam sambutan berikutnya, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. M. Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D., menggarisbawahi tantangan akhlak di era digital, termasuk bahaya ujaran kebencian, pembunuhan karakter di media sosial, dan penyimpangan etika komunikasi daring. Ia mengajak para peserta untuk menjadi teladan akhlak dalam ruang publik, bukan sekadar konsumen informasi pasif.
Training ini kembali mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang mahasiswa, pelajar, pegiat dakwah, komunitas sosial, dan pemuda profesional yang hadir dengan semangat untuk memperkuat fondasi moral dalam kehidupan pribadi dan sosial. Suasana Ramadhan memperdalam makna kegiatan, menjadikan pembinaan akhlak sebagai bagian dari penyucian jiwa dan pembentukan karakter.
Pelaksanaan Angkatan ke-6 ini meneguhkan kesinambungan program PDPAB dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, serta siap menjadi wajah peradaban moral bangsa. Program ini menjadi ruang belajar bersama agar akhlak tidak berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi praktik hidup yang membentuk manusia dan masyarakat.
Jakarta, pdpab.mui.or.id – Imam masjid ditusuk oleh pemuda berusia 23 tahun yang mengkonsumsi narkoba atau mabuk narkoba.
Peristiwa tersebut terjadi di Masjid Baiturrahman Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Senin (25/8/2024) di waktu Subuh.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Masyhuril Khamis menegaskan bahwa mabuk minuman keras (miras) atau narkoba adalah sumber kejahatan.
“Sumber kejahatan salah satunya ada akibat mabuk, termasuk mabuk narkoba,” kata Kiai Masyhuril
Kiai Masyhuril menegaskan, persoalan narkoba seharusnya menjadi perhatian serius dari aparat dan pemerintah. Seharusnya aparat dan pemerintah lebih serius memberantas peredaran narkoba untuk kesejahteraan anak bangsa.
“Kasus penusukan imam masjid adalah betapa lemahnya negara melindungi rakyatnya,” ujarnya.
Kiai Masyhuril juga meminta agar kasus penusukan imam masjid oleh pemuda yang terpengaruh narkoba atau mabuk narkoba tidak terjadi lagi.
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS Al-Ma’idah Ayat 90)
Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) sholat, maka tidakkah kamu mau berhenti? (QS Al-Ma’idah Ayat 91)
Khamar pada ayat di atas bisa diartikan minuman yang memabukkan dan narkoba. Sebab khamar mempunyai kedudukan hukum yang sama dengan narkotika.
Jakarta (www.pdpab.mui.or.id) – Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Dr Masyhuril Khamis, berpesan dan berharap agar MUI dapat menjadi penyambung lidah umat, pemutus semua persoalan umat, serta menjadi pemimpin terbaik bagi umat di Indonesia.
“Majelis Ulama Indonesia harus menjadi penyambung lidah umat, MUI harus menjadi pemutus semua persoalan umat, dan kita berada pada posisi harus menjadi the best leader of Indonesia, insya Allah. Selama ulang tahun MUI,” papar Kiai Masyhuril yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Jam’iyatul Washliyah itu dalam Silaturahmi dan Seminar Virtual Akhlak Bangsa II pada Selasa (11/7) malam, Pukul 19.30 – 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.
Lebih lanjut, Kiai Masyhuril juga menyatakan bahwa menjadi Duta Akhlak Bangsa adalah bagian dari kebutuhan kita hari ini. Dengan seminar virtual malam hari ini, tentu PD PAB merasa bahagia.
“Berarti, kami sudah punya partner yang banyak, teman yang banyak. Kita setuju dan sepakat bahwa dakwah di tingkat milenial atau di generasi alpha ini harus menjadi concern (perhatian penuh) kita,” ucapnya.
Dia menjelaskan, bonus demografi Indonesia 60 persen ialah mereka yang berusia rata-rata 6 – 39 tahun, dari mulai Sekolah Dasar (SD) sampai Strata 3 (S3).
“Artinya apa? Memang kebijakan yang kita ambil hari ini adalah berdakwah di kalangan generasi milenial, karena adik-adik inilah nanti yang akan menjadi generasi emas di 2045 yang akan datang,” ungkapnya.
Selain itu, dia mengingatkan kepada segenap generasi muda Muslim di Indonesia, khususnya peserta seminar virtual ini, pesan-pesan dari Syeikhul Akbar (Grand Syeikh) Al-Azhar, Syeikh Muhammad Syaltout.
“Syeikh Muhammad Syaltout pernah mengatakan bahwa: ‘Berbahagialah Al-Azhar jika memberikan syahadah kepada seorang sarjana yang berakhlakul karimah. Tetapi, menangislah Al-Azhar ketika memberikan syahadah kepada seorang sarjana tetapi tidak berakhlakul karimah’. Nah, itu jawaban yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Seminar virtual ini istimewa karena diselenggarakan dengan tujuan menyambut Milad MUI Ke 48 Tahun. Bahkan seluruh pengisi acaranya ialah generasi muda, para alumni Training Penguatan Akhlak Bangsa Bagi Milenial Angkatan 1 dan Angkatan 2.
Dalam seminar virtual yang konsisten membahas problematika akhlak bangsa di kalangan generasi milenial ini, turut hadir dua orang narasumber secara daring, yakni Ilham Taufik dari Santri Mendunia dan Anisa Nurhakim, S.H., dari Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA0 Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Ilham Taufik memaparkan materi berjudul “Dakwah Digital”, sedangkan Anisa Nurhakim memaparkan materi berjudul “Akhlak Bangsa”. Adapun moderator dalam seminar virtual ini ialah Neng Nurhasanah. Sedangkan penanggap terhadap materi kedua narasumber ialah Apt. Fithriana Rachmawati, S.Farm.
Lalu qari yang membacakan ayat-ayat suci Alquran ialah Slamet Miftahul Abror, S.Hum., yang juga staf di PD PAB MUI. Beliau membacakan firman Allah SWT dalam Surat Al-Fath ayat 1-2.
Sedangkan host atau pembawa acara ialah Wakil Sekretaris PD PAB MUI, Muhammad Ibrahim Hamdani. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua PD PAB MUI, KH Dr Masyhurill Khamis serta ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris PD PD PAB MUI, KH Nurul Badruttamam, M.Ag.
Luckily, with one single point of reference, everything from technology to labour and network can be outsourced. Routes or modes can be adjusted within the same contract when conditions change, without renegotiating responsibilities. Prioritizing safety and embracing the latest advancements, we specialize in addressing a diverse range of unique needs. From handling distinctive materials to accommodating niche transloading requirements, our team employs cutting-edge methods to ensure a secure and novel approach. Our commitment to quality and efficiency remains unwavering, setting new standards in operations. We expertly handle both hazardous and non-hazardous liquids with the utmost precision and care.
Magic Quadrant for Transportation Management Systems
Try a different approach with multimodal transport solutions that lower emissions & optimizes cost, while improving efficiency. Goods move by ocean to a gateway port, continue by rail to inland distribution centers, and are delivered by road to retail locations or data centers. Multimodal transport ensures consistent documentation, tracking, and accountability across each mode. Multimodal transport is most effective when cargo must move across long distances, multiple regions, or different infrastructure systems under a single point of control. We view the essence of a successful logistics operation as grounded in a deep-rooted relationship with our clients.
Cloud TMS Changes Transportation Management
Trucking is the universal mode of transportation; every shipper can load and receive materials by truck.
Similarly, freight might be transported by truck to a rail terminal, then by train to a port, and finally by ship to its destination.
Traditionally, India’s logistics system has been fragmented, resulting in inefficiencies and high costs.
For many businesses, moving goods from one state to another is not just about booking a truck.
Laurent Devulder, chief executive of the Port of Boulogne Calais, will also take part, focusing on supply chain resilience and the ABCD axis.
Rail transport can be more suitable for moving heavy and bulk cargo over long distances. By using rail for the major part of the journey and road transport for first-mile and last-mile delivery, businesses can reduce overall logistics cost. Long-distance road transportation can become expensive because of fuel, tolls, driver expenses, vehicle maintenance and route delays. According to Economic Times enterprise analyses, India’s logistics costs have historically exceeded global benchmarks, eroding manufacturing margins and export competitiveness. AVG’s multimodal logistics design addresses this structurally rather than tactically. The combined shows brought airlines, ports, freight forwarders, logistics parks, technology firms and policymakers into direct dialogue.
How ISO Tanks Ensure Safe & Efficient Liquid Transportation
It’s useful https://callmeconstruction.com/news/beyond-the-highway-how-trucker-dating-is-steering-romance-into-a-new-era/ to transport goods within a country or a continent, and for intercontinental shipments. With intermodal and multimodal transport, the synchronization of various modes, meeting deadlines becomes more achievable. When one mode faces unforeseen delays, alternative modes can be quickly employed to ensure timely delivery, ensuring businesses uphold their customer commitments. One potential solution to the legal challenges in multimodal transport is the harmonization of regulations. Efforts to create unified international frameworks, such as the Rotterdam Rules, aim to streamline legal requirements across different transport modes. While progress has been slow, continued advocacy for international harmonization could help reduce the complexity and improve consistency in multimodal transport regulation.
What is the role of multimodal transport?
While it presents its own challenges, understanding its intricacies and benefits, combined with best practices, can lead to significant advantages for businesses. The involvement of different modes means there’s potential for disruptions, especially if one mode faces delays. Awareness of these challenges enables companies to devise strategies to mitigate them effectively. Finally, while EVs have a higher upfront cost, they require 50% less maintenance than traditional internal combustion vehicles, and can lower fuel costs by $4,700 or more over the first seven years of ownership.
Industry sources indicate that leading container carriers, including CMA CGM, Maersk and Mediterranean Shipping Company, are evaluating bids for the project either independently or through joint venture partnerships.
Transport is responsible for 14% of global greenhouse gas (GHG) emissions and 23% of CO₂ emissions.
In Makhachkala on the Caspian Sea, Iranian and Russian transport officials agreed Friday to form a joint port and maritime consortium that will coordinate shipping, port management, and logistics between their ports.
For example, a model might interpret an X-ray image, factor in the patient’s medical history (text) and vitals (sensor data), and then generate a diagnostic report.
AVG Logistics operates on a hub-and-spoke distribution model, which is widely recognized as an efficient logistics framework.
In conclusion, multimodal logistics powered by digital integration represents a foundational reimagining of Indian logistics. It shifts the sector from fragmented execution to intelligent, data-driven supply chains. According to the emerging consensus across Forbes, The Economist, Harvard Business Review, and Fortune, logistics is no longer a background function—it is a strategic engine of competitiveness, sustainability, and resilience. The operating model of AVG Logistics Limited illustrates how this transformation is unfolding in practice, positioning Indian logistics for long-term global relevance. According to The Economist, modern warehouses are evolving into digitally activated control nodes within supply chains. AVG’s pan-India warehousing and distribution network integrates storage directly with transport planning, enabling inventory optimization, faster dispatch, and seamless last-mile logistics.
The seller is responsible for covering all costs and risks up to this point, including export packaging and customs clearance. This shows that the future of Indian logistics is moving towards better coordination between road, rail, ports, warehouses and digital systems. Multimodal 2026 will also serve as the flagship event of UK Logistics Week 2026, bringing together businesses and professionals from across the freight, transport, warehousing and supply chain sectors. According to economic studies, reducing logistics costs can significantly enhance India’s export competitiveness https://pankisi.info/the-beginners-guide-to-20/ and industrial efficiency. In the context of supply chain management in India, AVG Logistics plays a crucial role in ensuring seamless movement of goods from manufacturer to end consumer.
Hub-and-Spoke Model and Logistics Efficiency
Qwen3‑VL can help in visual search, advanced e-commerce recommendation systems, and automated video surveillance analysis. It employs a Naive Multimodal Pre-training approach where the vision encoder and LLM interact from the earliest stages of training. Unlike previous Llama iterations that relied on adapters for vision, Llama 4 integrates vision tokens directly into the model backbone using an early fusion strategy.
Industry observers note that this marks a transition from transport execution to logistics orchestration, where decisions are guided by data instead of manual coordination. Behind the single contract sits a coordinated chain run by a multimodal transport operator (MTO). The MTO issues one multimodal bill of lading, takes end‑to‑end liability, and orchestrates carriers and terminals across road, rail, sea and air. Cargo is packed to stay in the same load unit (often a container or ULD) through transfers, reducing handling. Mode changes happen at hubs with standardised handovers, while one tracking stream updates status, customs milestones and exceptions. While “multimodal” focuses on the single contractual aspect, “intermodal” emphasizes the multiple transport segments, even if they employ various modes.
The city would eventually need to upgrade the roadway south of Ute Avenue to Las Colonias Park, which does not have pedestrian infrastructure currently.
Even when it comes to carrying large volumes of goods, our multimodal services deliver seamless, flexible, & secure operations.
In general, since rail cars and rail yards are monitored 24/7, rail cars are also a safer way to ship goods, and can help to reduce losses to theft or damage.
Whether you’re optimising for speed, scale, or cost, intermodal offers a flexible, proven model that adapts to your supply chain needs.
Most EVs are now cheaper to own on a monthly basis as soon as they are driven off the lot compared to gas-powered counterparts.
Our role extends beyond simply handling materials; we immerse ourselves in fully understanding your business objectives, operational needs, and long-term goals. This client-centric approach empowers us to tailor our services precisely, ensuring they not only meet but exceed your expectations. Our aim is to provide a logistics experience that is safe, efficient, cost-effective, and finely tuned to the unique demands of your business. Air freight is generally more expensive than other modes of transport, making it a choice that shippers weigh based on urgency and budget.
Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI menyelenggarakan Talkshow Akhlak Bangsa bertema “Generasi Anti Bullying dengan Akhlaqul Karimah” pada Rabu (13/03/2024) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat Jakarta. Acara ini menjadi bagian dari upaya strategis PDPAB dalam memperkuat karakter generasi muda melalui internalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sosial maupun digital.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa perundungan merupakan pelanggaran moral yang menggerus nilai kemanusiaan dan merusak iklim sosial. Ia menyampaikan pentingnya membangun kesadaran etis dalam interaksi sehari-hari, agar generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kepekaan moral dan empati terhadap sesama.
Kegiatan inti diisi oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya. Dr. H. M. Sidik Sisdiyanto, Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, menguraikan peran lembaga pendidikan dalam membentuk lingkungan yang bebas dari praktik perundungan. Menurutnya, penguatan budaya saling menghargai di sekolah dan madrasah merupakan langkah fundamental dalam meredam praktik bullying.
Sementara itu, Hena Rustiana, S.Psi., CFP., Ketua Kesehatan Mental Indonesia, memaparkan dampak psikologis bullying terhadap korban, mulai dari ketidakstabilan emosional hingga potensi gangguan kepercayaan diri jangka panjang. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, institusi pendidikan, dan lingkungan sosial dalam menciptakan ekosistem yang aman dan suportif.
Diskusi turut diperkuat oleh pandangan ilahiah dan fiqh sosial dari dua pemantik, yaitu Dr. KH. Arif Fakhrudin, M.Ag. dan KH. Nurul Badruttamam, MA. Mereka menekankan bahwa dalam ajaran Islam, menjaga kehormatan dan martabat sesama manusia merupakan prinsip fundamental. Mereka menyerukan agar akhlaqul karimah dijadikan standar perilaku, baik dalam interaksi langsung maupun dalam ruang digital.
Sebagai penutup, KH. M. Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D., selaku Ketua MUI, menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua pihak dan menegaskan kembali urgensi pembinaan karakter bangsa di tengah fenomena degradasi moral. Ia mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan yang menebarkan budaya saling menghormati dan menolak segala bentuk tindakan perundungan.
Melalui gelaran ini, PDPAB MUI memperkuat perannya sebagai lembaga yang mendorong lahirnya generasi muda yang berakhlak mulia, beretika dalam komunikasi, serta mampu menjaga keharmonisan sosial sebagai bagian dari penguatan peradaban bangsa.
Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali menggelar Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan ke-5 pada Sabtu (10/02/2024) bertempat di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat Jakarta. Kegiatan ini melanjutkan komitmen PDPAB dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepribadian kokoh, etika sosial tinggi, serta kesadaran moral yang kuat.
Acara diawali dengan registrasi peserta, shalat berjamaah, serta santap siang bersama yang berlangsung hangat. Momen tersebut menjadi ruang temu silaturahmi antara para peserta, panitia, dan jajaran pengurus, sehingga suasana kebersamaan terasa sejak awal.
Kegiatan resmi dibuka pukul 12.00 WIB dan dipandu oleh MC Vidiana Tasya Sabilla, SE., yang memimpin rangkaian acara secara tertib, mengalir, dan berwibawa. Suasana khidmat mengiringi pembukaan saat Lagu Indonesia Raya dikumandangkan secara bersama-sama, sebelum dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan panitia.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya kembali mengingatkan peserta akan urgensi akhlak sebagai modal dasar kehidupan. Ia menegaskan bahwa akhlak bukan sekadar atribut personal, tetapi fondasi yang menentukan kualitas interaksi sosial dan arah pembangunan bangsa. Menurutnya, generasi milenial harus menjadi penggerak nilai moral di tengah arus budaya instan dan fragmentasi karakter di ruang digital.
Selanjutnya, Dewan Pimpinan MUI melalui Sekretaris Jenderal, Dr. H. Amirsyah Tambunan, memberikan arahan sekaligus meresmikan pembukaan kegiatan. Ia menyampaikan bahwa akhlak bangsa merupakan persoalan fundamental yang berkaitan langsung dengan kualitas peradaban. Ia menekankan bahwa pembinaan akhlak perlu dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis keteladanan, bukan sekadar retorika atau imbauan parsial.
Training ini dihadiri oleh peserta lintas latar belakang mahasiswa, pelajar, pegiat komunitas, aktivis masjid, dan generasi profesional muda yang datang dengan semangat untuk belajar dan memperkuat pondasi karakter dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Para peserta diajak untuk merefleksikan peran masing-masing dalam menjaga marwah moral bangsa dan mempraktikkan nilai akhlak dalam tindakan nyata.
Pelaksanaan angkatan ke-5 ini menunjukkan konsistensi PDPAB MUI dalam merawat misi perbaikan akhlak bangsa. Melalui program ini, PDPAB terus berupaya agar generasi muda Indonesia tumbuh sebagai pribadi yang berwawasan luas, berakhlak kuat, serta berdaya guna bagi masyarakat.
Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali menyelenggarakan Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan ke-4 pada Minggu (12/11/2023) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat Jakarta. Program ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan karakter anak muda yang telah berjalan konsisten dalam beberapa angkatan sebelumnya.
Acara dimulai dengan registrasi peserta, shalat berjamaah, dan santap siang bersama, yang menciptakan suasana kekeluargaan dan kedekatan antar peserta. Selanjutnya, kegiatan resmi dibuka dengan pengantar oleh MC Vidiana Tasya Sabilla, SE., yang memandu acara dengan tertib dan penuh energi positif.
Pembukaan ditandai dengan dikumandangkannya Lagu Indonesia Raya oleh dirijen, sebagai simbol penghormatan pada semangat kebangsaan. Setelah itu, peserta mendengarkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Miftahul Abror, yang menjadi pengingat akan basis spiritual pembentukan akhlak sebagai fondasi peradaban bangsa.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun akhlak generasi muda di tengah dinamika zaman. Ia menyampaikan bahwa akhlak bukan sekadar tata krama sosial, melainkan perangkat moral yang menentukan arah perjalanan bangsa di masa depan. Menurutnya, pembinaan akhlak harus dilakukan melalui internalisasi nilai, keteladanan, dan pembiasaan, bukan hanya nasihat verbal.
Setelah itu, Dewan Pimpinan MUI melalui Sekretaris Jenderal, Dr. H. Amirsyah Tambunan, memberikan arahan sekaligus membuka resmi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar bukan hanya ditopang oleh kecerdasan teknis dan kecakapan intelektual, tetapi juga oleh kedalaman akhlak. Menurutnya, akhlak yang baik merupakan indikator kematangan spiritual sekaligus jaminan keharmonisan sosial.
Training ini diikuti oleh para pemuda, aktivis komunitas, pelajar, mahasiswa, dan peserta umum yang memiliki perhatian pada pembinaan moral di era budaya digital. Melalui kegiatan pelatihan yang terstruktur, peserta diarahkan untuk memahami kembali esensi adab, tanggung jawab sosial, kedisiplinan moral, serta peran akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penyelenggaraan angkatan ke-4 ini, PDPAB MUI menunjukkan konsistensinya dalam merawat visi besar pembentukan generasi berakhlak mulia generasi yang tidak hanya cerdas secara informasi, tetapi juga matang secara etika dan perilaku.
The data from this stage feeds back to the planning and coding stages continually, informing future design planning and upcoming version releases. Application performance index expressed as a weighted average of users satisifed, tolerating a service, or frustrated. Intelligent Test Automation for Agile TeamsEasily create reliable end-to-end tests that improve application quality without slowing you down. Based on the concept of a project object model (POM), Maven can manage a project’s build, reporting and documentation from a central piece of information. Red Hat® Ansible® Automation Platform on Microsoft Azure offers all the benefits of Ansible automation, with the convenience and support of a managed application. There are a variety of platforms that manage the organization and merging of code branches, trunks, and forks.
SpaceX vs. Tesla Stock: Which Elon Musk Company Is the Better Investment?
They tend not to be overly involved with the broader project and the business aims behind it. Both teams will have regular contact with the project manager, to ensure the service is still meeting user expectations, but defining those expectations is not within either of the roles. Although development and operations roles exist in two distinct spheres, they overlap in several ways. Many developers will utilize systems created by the operations team, while operators will benefit from some programming experience so they can understand how developers approach a problem. As you begin your DevOps journey, remember that it’s an ongoing process of learning, adapting, and evolving. The benefits are immense, from faster delivery times and improved reliability to enhanced team collaboration and customer satisfaction.
Associate Director, Strategy & Business Development
DevOps also accelerates and automates the process of building, testing and deploying software releases through the practices of continuous delivery and continuous integration. Organizations are able to adapt to market changes more quickly and better meet customer needs. In this stage, DevOps teams check that new features are running smoothly and are available to users with no interruptions in service. They use automated observability and management tools to continuously monitor and optimize operations to make sure that network, storage, platform, compute and security postures are all working properly. The hallmarks of DevOps are continuous integration and continuous delivery (CI/CD), which support smaller, faster software updates. With CI/CD, small chunks of new code are merged into the code base at frequent intervals, and then automatically integrated, tested and prepared for deployment to the production environment.
(USA) Senior Director, Business Strategy
The good news is there’s high demand for experienced DevOps engineers, whether you fall on the development or operations side.
A team well-versed in the principles of Development Operations becomes a catalyst for transformative change, propagating a culture of continuous learning and innovation throughout the organization.
A well-developed persona model ensures that the software developers you’re working with understand the users or customers.
It is the source of truth for a product’s development and launch—every detail of every feature is described within it.
Yet most organizations will need more than just one DevOps engineer, but a mix of generalists and specialists to work closely with each other to implement DevOps and improve the software development lifecycle.
In the dynamic landscape of today’s business world, DevOps has emerged as a game-changing methodology that organizations are eagerly adopting. Alongside the code itself (including trunks, branches, and forks), these repositories also hold documentation, notes, and error reports. Development Security Operations (DevSecOps) involves addressing security considerations throughout the development of the product. Compared to less-secure systems from decades past, this drastically lowers the risk and cost of healthcare research. At the same time, Apple’s APIs are broadening and diversifying sample sizes—as of March 2022, Apple’s health and movement study has over 175,000 participants.
Community Management
This newfound understanding nurtures a culture characterized by mutual respect, empathy, and unwavering support. Development Operations is about building a team that is fully responsible for their technology by placing all of the necessary disciplines on that team. Excel at customer experience in a world of changeㅤQuickly pivot based on your customers’ feedback and drive more value for them—and https://www.mrosidin.com/software-development-resources.html your business. In DevOps methodologies, teams attempt to create automatic notifications of changes, high-risk actions, or failures to minimize downtime.
Die Nachfrage nach sportwetten ohne OASIS ist in den letzten Monaten deutlich gestiegen, weil Nutzer Alternativen bevorzugen.