Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali menyelenggarakan Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan ke-4 pada Minggu (12/11/2023) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat Jakarta. Program ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan karakter anak muda yang telah berjalan konsisten dalam beberapa angkatan sebelumnya.
Acara dimulai dengan registrasi peserta, shalat berjamaah, dan santap siang bersama, yang menciptakan suasana kekeluargaan dan kedekatan antar peserta. Selanjutnya, kegiatan resmi dibuka dengan pengantar oleh MC Vidiana Tasya Sabilla, SE., yang memandu acara dengan tertib dan penuh energi positif.
Pembukaan ditandai dengan dikumandangkannya Lagu Indonesia Raya oleh dirijen, sebagai simbol penghormatan pada semangat kebangsaan. Setelah itu, peserta mendengarkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Miftahul Abror, yang menjadi pengingat akan basis spiritual pembentukan akhlak sebagai fondasi peradaban bangsa.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun akhlak generasi muda di tengah dinamika zaman. Ia menyampaikan bahwa akhlak bukan sekadar tata krama sosial, melainkan perangkat moral yang menentukan arah perjalanan bangsa di masa depan. Menurutnya, pembinaan akhlak harus dilakukan melalui internalisasi nilai, keteladanan, dan pembiasaan, bukan hanya nasihat verbal.
Setelah itu, Dewan Pimpinan MUI melalui Sekretaris Jenderal, Dr. H. Amirsyah Tambunan, memberikan arahan sekaligus membuka resmi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar bukan hanya ditopang oleh kecerdasan teknis dan kecakapan intelektual, tetapi juga oleh kedalaman akhlak. Menurutnya, akhlak yang baik merupakan indikator kematangan spiritual sekaligus jaminan keharmonisan sosial.
Training ini diikuti oleh para pemuda, aktivis komunitas, pelajar, mahasiswa, dan peserta umum yang memiliki perhatian pada pembinaan moral di era budaya digital. Melalui kegiatan pelatihan yang terstruktur, peserta diarahkan untuk memahami kembali esensi adab, tanggung jawab sosial, kedisiplinan moral, serta peran akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penyelenggaraan angkatan ke-4 ini, PDPAB MUI menunjukkan konsistensinya dalam merawat visi besar pembentukan generasi berakhlak mulia generasi yang tidak hanya cerdas secara informasi, tetapi juga matang secara etika dan perilaku.
Oleh: Slamet Miftahul Abror

