Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali menggelar Talkshow Akhlak Bangsa edisi kedua bertema “Solusi Candu Gadget” pada Selasa (17/10/2023) bertempat di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat Jakarta. Kegiatan ini mengangkat persoalan mendesak terkait dominasi penggunaan perangkat digital pada anak muda serta dampaknya terhadap psikologi, etika sosial, dan perilaku keagamaan.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa kecanduan gadget merupakan fenomena serius yang tidak boleh dianggap sebagai persoalan ringan. Menurutnya, alat digital yang semula hanya menjadi sarana komunikasi kini telah menguasai ritme hidup banyak orang, hingga memengaruhi kualitas akhlak.
“Gadget bukan musuh, tetapi ketika kita hidup di bawah kendalinya, kita sedang kehilangan kendali atas diri sendiri. Penguatan akhlak harus menjadi filter utama dalam berinteraksi dengan dunia digital,” ujarnya.
Talkshow ini menghadirkan narasumber dari tiga perspektif keilmuan berbeda: psikologi, keulamaan, dan pendidikan sehingga diskusi berlangsung multidimensional.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Abdul Mujib, MA., menawarkan sudut pandang psikologis. Ia menjelaskan bahwa candu digital memiliki pola kecanduan yang mirip dengan ketergantungan lainnya, karena adanya pelepasan dopamin akibat notifikasi, konten visual singkat, dan pola konsumsi informasi berulang. Menurutnya, yang diperlukan bukan sekadar larangan, tetapi pembentukan kontrol diri berbasis kesadaran internal.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, KH. Arif Fakhrudin, M.Ag., menambahkan dimensi etika–keagamaan. Ia mengingatkan bahwa perilaku digital juga termasuk bagian dari tanggung jawab moral seorang Muslim. Menurutnya, adab bermedia adalah bagian dari akhlak.
“Orang mungkin tidak melihat kita secara fisik di dunia digital, tetapi Allah melihat seluruh aktivitas yang dilakukan jari-jemari kita di balik layar,” ungkapnya.
Sementara itu, akademisi dan tokoh pendidikan, Dr. Erni Juliana Al Hasanah N., M.Ak., memberikan perspektif praktis yang selama ini ditemuinya di dunia pendidikan. Ia menyoroti fenomena anak muda yang semakin kehilangan kemampuan fokus, empati sosial, dan kecakapan interaksi tatap muka. Ia menekankan perlunya pendidikan akhlak digital yang sistematik.
Talkshow ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, pemuda masjid, tenaga pendidik, serta masyarakat umum yang memiliki keprihatinan terhadap perubahan perilaku akibat pemakaian gawai yang berlebihan.
Melalui pembahasan komprehensif dalam edisi kedua ini, PDPAB MUI memperkuat komitmennya dalam memberikan ruang dialog strategis tentang problematika akhlak bangsa di era modern. Isu kecanduan gadget bukan hanya isu teknologi, tetapi isu moral, isu mental, dan isu kemanusiaan dan MUI menyikapinya secara serius dan konstruktif.
Oleh: Slamet Miftahul Abror

