Jakarta, pdpab.mui.or.id – Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) Majelis Ulama Indonesia mendorong para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar menginisiasi berbagai program yang dapat meningkatkan kualitas ibadah umat selama bulan Ramadhan.
Sekretaris PDPAB MUI, KH Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa program yang dapat dijalankan antara lain penyelenggaraan kajian tematik usai salat tarawih, menghidupkan kegiatan qiyamul lail berjamaah, serta mengadakan sesi muhasabah untuk memperkuat kesadaran umat tentang pentingnya pembinaan akhlak.
“Masjid harus berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, bukan sekadar tempat melaksanakan ritual ibadah tanpa aktivitas dakwah dan pembinaan moral,” ujar KH Nurul dalam keterangannya kepada MUIDigital, Rabu (19/3/2025).
Beliau juga mengingatkan umat Islam agar memanfaatkan setiap kesempatan ibadah, terutama pada malam-malam akhir Ramadhan. Memasuki fase kedua bulan suci, setiap Muslim diharapkan meningkatkan ibadah, memperbanyak introspeksi, serta memperbaiki akhlak.
Menurut Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU tersebut, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk membentuk karakter Muslim yang bertakwa, peduli, dan disiplin dalam menjalankan ajaran agama.
Ia menyoroti masih adanya masjid dan mushala yang dikunci pada malam hari. Padahal, Ramadhan seharusnya menjadi waktu di mana umat dimudahkan untuk beribadah. Karena itu, PDPAB MUI mengimbau DKM untuk membuka masjid dan mushala sepanjang malam agar dapat dimanfaatkan untuk salat malam, i’tikaf, tadarus Al-Qur’an, dan majelis ilmu.
Kiai Nurul kembali menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual umat. Dengan optimalisasi fungsi masjid, diharapkan terbentuk karakter umat yang lebih disiplin beribadah, memiliki kepekaan sosial, serta menjaga ukhuwah Islamiyah.
“Muslim yang lahir dari proses pembinaan Ramadhan hendaknya menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, peduli, dan mampu menjaga harmoni lingkungan,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemberdayaan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak akan membantu membangun masyarakat yang lebih harmonis dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum reformasi diri yang berkelanjutan.
“Nilai-nilai kebaikan yang diperoleh di bulan Ramadhan harus terus dijaga hingga setelah Ramadhan,” pungkasnya.
(S. Miftahul Abror)

