Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali melanjutkan konsistensi gerakan pembinaan moral generasi muda melalui Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial Angkatan ke-11 yang digelar pada Sabtu (15/03/2025) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta. Pelatihan ini menghadirkan atmosfer Ramadan yang menambah kedalaman reflektif, menjadikan momentum tersebut sebagai ruang aktualisasi nilai akhlak dalam dimensi spiritual, sosial, dan personal.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH.,MM., menyampaikan bahwa akhlak harus ditempatkan sebagai dasar peradaban, bukan aksesoris pemahaman agama. Ia menggarisbawahi bahwa integritas moral bukan hanya diperlukan oleh para pemimpin negeri, tetapi dimulai justru dari anak muda yang menentukan arah budaya publik. Ia mendorong para peserta untuk menjadikan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses internalisasi yang berbuah pada pembentukan habits yaitu perilaku baik yang bersifat konsisten dan dapat diandalkan.
Ketua MUI, KH. Muhammad Cholil Nafis, M.A., Ph.D., memberikan pandangan yang tajam mengenai tantangan akhlak di tengah modernitas. Beliau menyoroti bagaimana perkembangan teknologi, arsitektur komunikasi digital, dan dinamika opini publik menciptakan ekosistem baru yang belum tentu mendukung pembentukan karakter. Karena itu, ia menegaskan perlunya sovereign moral kecerdasan batin yang mampu membedakan mana yang bermoral dan mana yang sekadar populer. Generasi muda, menurutnya, harus matang dalam mengolah informasi, dewasa dalam menyikapi perbedaan, dan elegan dalam mengekspresikan pandangan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.Ag., menempatkan akhlak sebagai instrumen rekonsiliasi sosial dalam kehidupan masyarakat. Ia menyatakan bahwa bangsa yang kokoh bukan hanya ditandai oleh kemajuan ekonomi dan kecanggihan birokrasi, tetapi oleh tingkat kualitas moral warganya. Akhlak berfungsi sebagai penahan erosi budaya, penyeimbang egoisme, serta pengikat kohesi sosial yang memungkinkan masyarakat hidup dalam harmoni meski beragam. Ia mengajak para peserta untuk menjadi pelaku perubahan membawa nilai moral ke ruang komunitas, pendidikan, organisasi, dan aktivitas publik lainnya.
Angkatan ke-XI ini kembali menunjukkan bahwa kesadaran moral di kalangan milenial bukanlah konsep abstrak, tetapi kebutuhan nyata yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini mempertegas komitmen PDPAB MUI dalam menghadirkan generasi berkarakter, mampu menjadi teladan, serta berperan aktif dalam membentuk ekosistem sosial yang berbasis keadaban, empati, dan integritas nilai.
Oleh: Slamet Miftahul Abror

