Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat moral dan karakter bangsa melalui pendekatan nilai-nilai Islam. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyelenggaraan Training Akhlak Bangsa Angkatan ke-11 yang berlangsung di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (15/3/2025) lalu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan PDPAB MUI yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai moral, etika sosial, dan spiritualitas Islam dalam kehidupan masyarakat modern. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami konsep akhlak secara teoritis, tetapi juga menerjemahkannya dalam perilaku dan tindakan nyata di berbagai bidang kehidupan.
Sekretaris PDPAB MUI, KH. Nurul Badruttamam, MA. dalam keterangannya menegaskan bahwa pembinaan akhlak tidak cukup berhenti pada tataran wacana. Ia menekankan pentingnya transformasi nilai menjadi aksi konkret yang membentuk pribadi berakhlak dan berintegritas tinggi.
“PDPAB MUI berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan akhlak berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sehingga peserta dapat menjadi agen perubahan yang menebarkan kebaikan dan memperkuat moral bangsa,” ujarnya kepada MUIDigital, Jumat (15/3/2025).
Lebih lanjut, KH. Nurul menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan bulan yang sarat dengan momentum pembinaan diri dan perbaikan moral.
“Ramadhan bukan sekadar waktu untuk meningkatkan ibadah ritual, tetapi juga bulan pembinaan akhlak. Peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai kejujuran, disiplin, kasih sayang, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” paparnya.
Menurutnya, penguatan akhlak dalam konteks kekinian menjadi semakin mendesak di tengah tantangan moral global dan derasnya arus digitalisasi yang kerap menggiring masyarakat pada budaya instan dan materialistik. Karena itu, PDPAB MUI berupaya menjadikan kegiatan ini sebagai sarana revitalisasi nilai — yakni menghidupkan kembali kesadaran spiritual dan etika sosial umat Islam dalam ruang publik.
“Bulan suci ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat luas. Ramadhan adalah momentum untuk introspeksi dan meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun moral,” tambahnya.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan tentang nilai-nilai dasar akhlak Islam, praktik pembinaan moral di lingkungan sosial, serta strategi dakwah berbasis keteladanan. Pelatihan ini juga diwarnai dengan sesi reflektif dan diskusi interaktif, di mana peserta diajak untuk merumuskan langkah nyata penerapan nilai akhlak dalam profesi dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Training Akhlak Bangsa yang telah mencapai angkatan ke-11 ini menunjukkan konsistensi PDPAB MUI dalam menjalankan misi dakwah akhlak dan perbaikan moral bangsa. Program ini diharapkan menjadi model pembinaan karakter Islami yang berkelanjutan, adaptif terhadap zaman, namun tetap berakar kuat pada ajaran Islam yang moderat dan menyejukkan.
“Kami berharap semakin banyak individu yang memiliki kesadaran tinggi untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Jika setiap individu memperbaiki akhlaknya, maka moral bangsa pun akan semakin kuat dan terarah,” tutup KH. Nurul.

