Jakarta (pdpab.mui.or.id) — Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) MUI kembali menggelar Training Penguatan Akhlak Bangsa bagi Milenial, kali ini memasuki Angkatan ke-10, pada Jumat (21/02/2025) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta. Pelatihan ini menjadi kelanjutan upaya sistematis PDPAB dalam membangun generasi muda yang memiliki ketahanan moral, integritas pribadi, serta kemampuan menjaga adab dalam ruang sosial dan digital.
Ketua PDPAB MUI, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH.,MM., menegaskan bahwa akhlak harus dimaknai sebagai kesadaran eksistensial, bukan sekadar kewajiban normatif. Ia menyampaikan bahwa kegagalan bangsa-bangsa dalam sejarah sering berawal dari runtuhnya moral kolektif, bukan dari lemahnya struktur politik atau kendornya stabilitas ekonomi. Karena itu, ia mengajak para peserta untuk tidak hanya mengerti nilai moral sebagai teori, tetapi menjadikannya orientasi hidup.
Pesan senada disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr. KH. Arif Fachrudin, M.Ag., yang menyoroti bagaimana milenial berada di posisi penentu dalam lanskap kebudayaan digital. Menurutnya, pemuda hari ini memiliki peran strategis dalam membentuk standar etika publik baik melalui cara berkomunikasi di ruang digital, cara menyikapi perbedaan, maupun cara memengaruhi opini publik. Ia menyebut bahwa generasi dengan literasi moral yang kuat akan menjadi penentu wajah interaksi sosial Indonesia ke depan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.Ag., yang hadir sebagai Keynote Speaker, memberikan arahan yang memperluas perspektif pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa akhlak adalah sistem pertahanan sosial bangsa; ia berfungsi sebagai pengontrol perilaku, penuntun rasionalitas, dan sebagai pembatas terhadap kecenderungan destruktif manusia. Ia mendorong milenial untuk aktif membangun ruang publik yang sehat, menguatkan budaya saling menghormati, serta berkontribusi dalam menghidupkan kembali ethos kebangsaan yang berbasis pada keteladanan moral.
Keikutsertaan para peserta dari berbagai latar organisasi, komunitas, dan bidang aktivitas menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pembinaan akhlak di kalangan milenial tidak hanya muncul karena dorongan institusional, tetapi lahir sebagai kebutuhan aktual. Pada akhirnya, Training Akhlak Bangsa Angkatan ke-X ini memperkokoh komitmen PDPAB MUI dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi teladan dalam interaksi sosial, pemimpin nilai dalam lingkungannya, dan agen transformasi moral untuk masa depan bangsa.
Oleh: Slamet Miftahul Abror

